Saturday, 22 September 2012

segalanya untukku 2



"Bosanlah tu,Leeya.."
Peha Aina terus ditepuk untuk menyedarkan Aina..Cepat-cepat earphone dicabut dari telinga.Keningnya diangkat..
"make-up..."
"yelah..Kak,jangan make-up over sangat...Pastikan sesempoi mungkin.."
 "akak tahulah..Aina tadah muka je boleh tak?"
Selepas 10 minit menahan rimas dengan sesi 'kecantikan',Aina dapat menarik nafas lega akhirnya.Rimas betul!!!
"cantiknya Aina...Kalah akak yang nak kahwin ni..
"apa pulak?Ummi kan pernah cakap yang dekat majlis perkahwinan seseorang itu,tiada sesiapa pun yang nampak lebih cantik daripada pengantin perempuan itu sendiri."
"ni yang buat akak sayang Aina lebih...”
“Anak-anak ummi dah siap ke?”
“Dah,ummi.Ummi,cantik tak Aina ni?”
“Anak ummi,mestilah cantik.”
Ummi tersenyum melihat anak daranya itu.Aleeya nampak anggun berbaju pengantin,Aina pula nampak comel dan sopan berbaju kebaya dan bersanggul siput.
“Ummi,apasal abang Naufal ni lambat sangat?Aina dah kebulur gila dah ni.”
“Kan ummi suruh makan tadi.”
“Kak Ya tak bagi Aina keluar.Salahkan dia,ummi.”
Amboi,aku pulak yang disalahkan?Aina nampak kecil je di mata aku.Ada jugak yang aku telan kejap lagi.
“Ummi,rombongan lelaki dah sampai..”
Bila abang Rafiq melangkah masuk ke dalam bilik pengantin untuk mengkhabarkan pada ummi yang pihak lelaki sudah ada di luar,hati Aleeya kembali berdebar.Tangannya mulalah berpeluh-peluh.
“Ummi pergi turun sambut dia orang.Jom Rafiq.”
Aina kembali mendengar lagu di MP3nya.Nak dengar lagu apa pulak eh?Lagu omputihlah pulak.Hurm,we are never ever getting back.
“Budak ni kan,sempat lagi dengar lagu.”
“Dia bosanlah tu,Aleeya.”
“Saya tahu Kak Finie,sebab tu saya kurung dia dalam bilik ni sekali.Kalau tak dah lama dia cabut.Kak Finie tahulah si Aina ni mana boleh diduga perangainya.”
Lepas pernikahan Aleeya dan Naufal selesai,aku terus lepak di tempat akroke bersama-sama sepupuku yang lain.Mujurlah Kak Ya sewa karoke,kalau tak dah lama aku cabut balik KL.
“Kak Aina,nyanyilah untuk kita orang.”
“Ha’ah,kak.Bila lagi nak sumbangkan suara?”
“Aina,orang dah bagi peluang,cepatlah sumbangkan lagu.”
“Weh,suara aku merdu okey?Mana ada aku nyanyi sumbang.Kau orang jelah nyanyi.Aku penat ni,dahlah nak kena kipas pengantin esok.”
“Ala,nyanyilah..”
Bila dia orang dah buat muka merayu,aku pun apa lagi cairlah dengan pujukan dia orang.Bila aku setuju,terus dia orang melompat suka.
“Pergi carik lagu..”
“Beres..”
Lepas dia orang berjaya pilih lagu yang betul-betul kena dengan jiwa aku,barulah aku bangun dan mencapai mikrofon.
“Ehem,Assalamualaikum.Lagu ni ditujukan khas untuk sepupu-sepupu dekat tepi ni.Satu lagi je ye?”
Don't try to explain your mind
I know what's happening here
One minute it's love
And suddenly it's like a battle-field
One word turns into a
Why is it the smallest things that tear us down
My world's nothing when you don't
I'm not here without a shield
Can't go back now
Both hands tied behind my back with nothing
Oh no, these times when we climb so fast to fall again
Why we gotta fall for it now
I never meant to start a war
You know I never wanna hurt you
Don't even know what we're fighting for
Why does love always feel like a battlefield, a battlefield, a battlefield? (x2)
Why does love always feel like..
Can't swallow our pride,
Neither of us wanna raise that flag, mhmm
If we can't surrender then we both gonna lose what we had, oh no
Both hands tied behind my back with nothing
Oh no, these times when we climb so fast to fall again
I don't wanna fall for it now
I never meant to start a war
You know I never wanna hurt you
Don't even know what we're fighting for
Why does love always feel like a battlefield, a battlefield, a battlefield? (x2)
I guess you better go and get your armor, (get your armor) get your armor
I guess you better go and get your armor, (get your armor) get your armor
I guess you better go and get your...
We could pretend that we are friends tonight (oh-oh-oh)
And in the morning we'll wake up and we'll be alright
Cause baby we don't have to fight
And I don't want this love to feel like..
A battlefield, a battlefield, a battlefield,
Why does love always feel like a battlefield, a battlefield, a battlefield
I guess you better go and get your armor...
I never meant to start a war
You know I never wanna hurt you
Don't even know what we're fighting for (fighting, fighting for)

Why does love always feel like a battlefield, a battlefield, a battlefield? (x2)
I guess you better go and get your armor, (get your armor) get your armor
I guess you better go and get your armor, (get your armor) get your armor
Why does love always feel like...
Why does love always feel like...
A battlefield, a battlefield..
I never meant
to start a war
Don't even know
What we're fighting for
I never meant
to start a war
Don't even know
What we're fighting for
Sebaik saja aku habis nyanyi,semua orang menepuk tangan.Kak Ya paling over sekali.Macam biasalah.
“Cayalah!!”
“Urm,Kak Ya..Jom,satu lagu.”
Aleeya terus menghampiri kami lepas tinggalkan suami dia melayan tetamu.Aku tahu yang sememangnya Kak Ya gila karoke.
“Lagu apa?”
“Urmm,kupilih hatimu by Ussy and Andika Pratama.”
“Beres...”
“Abang Naufal,Kak Ya tujukan lagu ni untuk abang!”
Aleeya mencubit lenganku geram.Dahlah ramai orang dekat sini tengok.Buat malu je adik aku ni.
ku pilih hatimu tak ada ku ragu
mencintaimu adalah hal yang terindah
dalam hidupku oh sayang
kau detak jantung hatiku
setiap nafasku hembuskan namamu
sumpah mati hati ingin memilihmu
dalam hidupku oh sayang
kau segalanya untukku
janganlah jangan kau sakiti cinta ini
sampai nanti di saat ragaku
sudah tidak bernyawa lagi
dan menutup mata ini untuk yang terakhir
setiap nafasku (setiap nafasku)
hembuskan namamu (hembuskan namamu)
sumpah mati (sumpah mati)
hati ingin memilihmu (ku milikmu)
dalam hidupku oh sayang
kau segalanya untukku ooh
janganlah jangan kau sakiti cinta ini
sampai nanti di saat ragaku
sudah tidak bernyawa lagi
dan menutup mata ini untuk yang terakhir
oh tolonglah jangan kau sakiti hati ini
sampai nanti di saat nafasku
sudah tidak berhembus lagi
karena sungguh cinta ini cinta sampai mati
tolonglah jangan kau sakiti cinta ini
sampai nanti aku tidak bernyawa lagi
dan menutup mata ini untuk yang terakhir
oh tolonglah jangan kau sakiti hati ini
sampai nanti di saat nafasku
sudah tidak berhembus lagi
karena sungguh cinta ini cinta sampai mati
cinta sampai mati
            Naufal tersenyum mendengar lagu yang dinyanyikan isteri dan adik iparnya itu.Habis nyanyi,aku terus tolong kemas meja yang penuh dengan pinggan kotor.Biasalah,kenduri dekat kampung..Ummi memang tak nak guna katering.Kalaulah ummi guna katering,tak adalah aku penat macam ni.

No comments:

Post a comment